Pramuat Gambar

Pembelajaran, Pengajaran dan Penilaian Siswa

Kegiatan Belajar Mengajar di FE secara umum dilakukan dengan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi

Kebutuhan populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang beragam telah diakomodasi dalam pelaksanaan seluruh program pembelajaran. Program pembelajaran yang diterapkan di FE telah mengakomodasi seluruh kepentingan populasi mahasiswa dengan memberikan fleksibilitas jadwal, fleksibilitas waktu konsultasi, layanan akademik maupun non akademik yang prima dan profesional serta seluruh fasilitas pendukung untuk seluruh mahasiswa, tak terkecuali untuk penyandang disabilitas maupun mahasiswa internasional

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi tersaji secara komprehensif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran

Fakultas Ekonomi merupakan salah satu fakultas yang memiliki peminat paling banyak dalam penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya di Universitas Negeri Malang. Masyarakat menyadari, bahwa ekonomi selalu menjadi bagian penting dalam sebuah kehidupan. Melalui pendidikan formal fakultas ekonomi membekali masyarakat mengenai ilmu ekonomi dengan cabang ilmu akuntansi, manajemen dan pendidikan ekonomi. Tercermin melalui visinya yaitu Fakultas Ekonomi yang unggul dalam mencetak kader bangsa yang kreatif, memiliki daya saing, dan peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta menjadi rujukan pengembangan bidang pendidikan ekonomi dan ilmu ekonomi. Fakultas Ekonomi memiliki komitmen dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan UM sejak 2018 yang dinamakan life based learning dan disesuaikan dengan sistem pendidikan di ERA Revolusi Industri 4.0. Kurikulum UM yang menggunakan pendekatan kapabilitas sebagai pendekatan dalam pengembangan Kurikulum UM, pendekatan Belajar Berbasis Kehidupan sebagai pendekatan dalam proses belajar dan pembelajaran, serta pendekatan Transdisipliner sebagai pendekatan dalam pengelolaan kurikulum, yang didukung kebijakan UM dalam bentuk Naskah Akademik Paradigma Belajar Berbasis Kehidupan dan Naskah Akademik Pendekatan Kapabilitas Sebagai langkah mendukung pendekatan pendidikan yang berlaku di UM, Pedoman Pendidikan merupakan panduan segala kegiatan akademik yang ada pada lingkungan Universitas Negeri Malang. Secara rinci Pedoman ini memuat ketentuan dan uraian tentang jenis pendidikan, sistem administrasi akademik, program pendidikan, ketentuan akademik, dan pengelolaan penyelenggaraan program pendidikan. FE UM menerapkan tiga layanan pembelajaran yaitu sistem pembelajaran bauran (blended learning), tatap muka (offline) dan pembelajaran daring (online). Guna mendukung seluruh layanan pembelajaran maka dibutuhkan sistem pengelolaan pembelajaran yang terintegrasi antara sistem administrasi akademik dengan sistem administrasi pembelajaran, serta antara sistem layanan pembelajaran offline dengan sistem layanan pembelajaran on-line. Ketiganya dapat dilayani dalam sistem layanan pembelajaran internal (learning management system) atau Moodle bernama SIPEJAR yang mengakomodasi kebutuhan Dosen dan Mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.

Seluruh Pembelajaran di Universitas Negeri Malang menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student centered learning (SCL). Pembelajaran dengan pendekatan tersebut dilaksanakan dalam ragam bentuk pembelajaran, metode pembelajaran dan penugasan mahasiswa sesuai dengan learning outcome yang ada di setiap matakuliah. Metode pembelajaran ini telah selaras dengan SN Dikti Pasal 14 yaitu diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis masalah. Metode pembelajaran yang dilaksanakan di rancang selaras dengan tuntutan kompetensi abad 21 yaitu critical thinking, creative, collaborative dan communication skill.  Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan pada mahasiswa mengenai Higher Order Thinking Skills seperti mengaplikasikan pengetahuan, menganalisis, dan sintesis.

Kegiatan Belajar Mengajar di FE secara umum dilakukan dengan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap yang perencanaan, seluruh dosen merancang RPS dan SAP yang meliputi tujuan perkuliahan, capaian kompetensi yang diharapkan, materi pembelajaran, sumber belajar, media belajar, serta metode belajar. Pemilihan metode belajar mengajar pada Program Studi S1 MNJ, S1 AKT, S1 PEKO  yang digunakan bervariasi ditentukan dari learning outcome dari masing-masing matakuliah, namun demikian ada enam hal yang  menjadi pertimbangan metode belajar mengajar yang dipilih tersebut: 1) metode belajar mengajar menjamin keterikatan dan motivasi mahasiswa, 2) membantu mahasiswa memperoleh pengetahuan dan mengembangan pemahaman, 3) memampukan mahasiswa agar bisa menunjukkan pengetahuan dan pemahaman melalui kinerja serta Tindakan, 4) mendorong mereka untuk berefleksi kritis tentang dunia dan sekitarnya, 5) membangun kemampuan mahasiswa untuk mengendalikan hambatan dan kompleksitas dunia, dengan cara merumuskan pandangan dan merencanakan tindakan, 6) mendorong komitmen sepanjang hidup dalam berpikir kritis dan mengembangkan diri.

Kebutuhan populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang beragam telah diakomodasi dalam pelaksanaan seluruh program pembelajaran. Program pembelajaran yang diterapkan di FE telah mengakomodasi seluruh kepentingan populasi mahasiswa dengan memberikan fleksibilitas jadwal, fleksibilitas waktu konsultasi, layanan akademik maupun non akademik yang prima dan profesional serta seluruh fasilitas pendukung untuk seluruh mahasiswa, tak terkecuali untuk penyandang disabilitas maupun mahasiswa internasional. Pembelajaran berbasis proyek didukung dengan memberikan beberapa fasilitas seperti ruang kerja, laboratorium, anggaran biaya, serta kerjasama dengan stakeholder yang dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kapabilitas. Penyelenggaran perkuliahan di FE UM hanya untuk kelas reguler saja tidak ada kelas paruh waktu ataupun kelas karyawan. Perkuliahan bagi mahasiswa penyandang disabilitas menyatu dengan kelas reguler dan mendapat dukungan penuh dari Lembaga dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas. Prodi menerima mahasiswa daerah melalui bentuk kerjasama dengan pemerintah daerah misalnya melalui afirmasi mahasiswa Papua. Salah satu program Universitas dalam mendukung perkembangan kegiatan perkuliahan didukung oleh tersedianya program pertukaran pelajar seperti PERMATA, Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia dan juga program-program lainnya. Pada tahun akademik 2019-2020, Prodi Akuntansi menerima seorang mahasiswa internasional yang masuk dalam kelas Bilingual angkatan 2019. Pada tahun  akademik 2020-2021, program studi pendidikan ekonomi mengirimkan salah satu mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan di Universiti Malaysia Terengganu selama 1 semester dalam program International Credit Transfer. Keberagaman kebutuhan akan mahasiswa merupakan latar belakang penyusunan Kurikulum 2018 yang disempurnakan pada tahun 2020 mengikuti kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi tersaji secara komprehensif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran. Proses pembelajaran diselenggarakan sesuai dengan learning outcome masing masing program studi. Setiap program studi memiliki ciri khas yang tercermin melalui sajian matakuliah yang terdapat pada kurikulum 2020 merdeka belajar yang telah disesuaikan dengan Kurikulum Universitas Negeri Malang yaitu life based learning. Prodi membekali mahasiswa dengan berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan yang benar-benar sesuai dengan hasil pembelajaran yang ingin dicapai. Mahasiswa harus mampu untuk beradaptasi terhadap tuntutan perubahan, dan memiliki kemandirian belajar sebagai kebutuhan hidup. Hal tersebut telah didukung oleh universitas dengan mengembangkan kurikulum berbasis kapabilitas, yaitu mahasiswa diperkenankan mengambil matakuliah lintas disiplin ke prodi lain bahkan ke universitas lain.

Guna mendukung Kurikulum Life Based Learning, salah satu sajian matakuliah yang diberikan kepada mahasiswa adalah Kajian dan  Praktik Lapangan (KPL), matakuliah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memperoleh dan mengembangkan pengetahuan secara langsung melalui tindakan atau kinerja dan kemampuan merefleksikan dunia kerja yang hadir dengan hambatan dan kompleksitasnya. KPL ini terbagi menjadi 2, KPL yang diperuntukkan untuk mahasiswa non kependidikan yang disebut KPL Non-Dik atau dikenal dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk Prodi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi dan KPL Kependidikan atau dikenal dengan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) untuk prodi S1 Pendidikan Ekonomi yang memiliki bobot 4 sks yang terintegrasi dengan program P3KPL LP3 UM. Di Fakultas Ekonomi KPL disajikan apabila mahasiswa sudah mencapai setidaknya minimal 100 sks menempuh perkuliahan. Prosedur untuk mengikuti PKL ditampilkan pada social media dan juga website Jurusan, prosedur yang dimaksud antara lain prosedur pengajuan nama perusahaan/instansi yang akan dituju, kemudian diberikan surat pengantar. Setelah itu, mahasiswa wajib memberikan surat keterangan bahwa diterima magang dan kemudian mahasiswa melakukan internship sesuai waktu yang telah disepakati antara mahasiswa dengan tempat yang bersangkutan.  Sedangkan untuk program PPL terintegrasi dengan website UM dan LP3 UM cara pendaftarannya dengan mengisi form yang disediakan oleh LP3 UM secara online, melalui website http://ppl.um.ac.id/pendaftaran. syarat untuk dapat mendaftar PPL ini, selain harus sudah menempuh 100 sks, selama PPL mahasiswa hanya diperkenankan untuk memprogram matakuliah skripsi, KKN atau matakuliah lain maksimal 4 sks yang ditempuh dalam 1 hari saja. Setelah mendaftar, mahasiswa akan mendapatkan pengumuman mengenai penetapan sebagai peserta untuk kemudian dapat memilih sekolah tempat PPL yang merupakan sekolah mitra yang sudah ditunjuk oleh P3KPL dan pengumuman penempatan sekolah. Setelah itu mahasiswa akan mengikuti KPL 1  dibagi berkelompok sesuai dengan dosen pembimbing masing masing. Pada KPL 1, kegiatan yang dinilai adalah kemampuan penyusunan Perangkat Pembelajaran, kemampuan melaksanakan Praktik Pembelajaran, tes diagnostik terhadap penguasaan materi pedagogik dan profesional serta penilaian terhadap sikap/Perilaku Mahasiswa selama KPL I. Setelah melaksanakan KPL 1 di kampus dengan dosen pembimbing, maka kegiatan berikutnya adalah melaksanakan KPL 2 di sekolah sesuai dengan pengumuman penempatan sebelum dilaksanakan KPL 1. Pada KPL 2 mahasiswa akan dibimbing langsung oleh guru pamong pada sekolah mitra dan dosen pembimbing yang sudah ditunjuk oleh P3KPL sesuai dengan prodi. Mahasiswa tidak hanya praktik mengajar saja, tetapi juga non mengajar seperti ikut serta dalam membimbing siswa pada kegiatan ekstra kurikuler hingga kegiatan piket sekolah. Pada kegiatan KPL 2 dilaksanakan pula lesson study untuk melihat sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menguasai praktik pembelajaran di kelas dengan siswanya.

Seluruh matakuliah yang ditawarkan oleh Prodi kepada mahasiswa telah melalui serangkaian proses penyaringan yang dilakukan Penanggung Jawab Matakuliah (PJMK). PJMK merupakan bagian dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) dimana merupakan kumpulan dari para dosen dengan skema peneliti pada disiplin ilmu yang sama dan dapat pula berbentuk kumpulan dari berbagai ahli dari disiplin yang berbeda. KBK mengembangkan roadmap penelitian untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan sesuai dengan kebijakan nasional dan pengembangan ilmu, salah satunya dengan mengembangkan perangkat pembelajaran. PJMK bertugas menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) agar memiliki standar dan kualitas pembelajaran yang baik serta seragam tanpa ada perbedaan di masing-masing kelas. Penyusunan RPS yang dilakukan sesuai dengan Dokumen Pengembangan Kurikulum 2020 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2018, kemudian diimplementasikan pada materi yang mampu menunjang pencapaian LO. Fungsi KBK lainnya adalah menentukan batasan materi yang disampaikan kepada mahasiswa agar tidak terjadi tumpang tindih di matakuliah lainnya, terutama pada matakuliah yang memiliki prasyarat untuk ditempuh. Selain membuat standar mengenai materi, PJMK juga menyusun assessment standar yang dapat digunakan oleh dosen pengampu matakuliah untuk menilai kerja mahasiswa serta memberikan acuan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sumber belajar yang sesuai. Assessment yang disusun oleh PJMK pada dasarnya meliputi Kehadiran/Keaktifan, Tugas, Kuis, Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir semester.

Sajian matakuliah di Prodi S1 MNJ, S1 AKT, dan S1 PEKO telah tersaji pada daftar matakuliah yang ada di Katalog FE. Penawaran matakuliah pada FE UM telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan kurikulum yang tersaji dalam satuan kredit semester (SKS). Kegiatan belajar mengajar terjadwal 1 kali dalam satu minggu dengan waktu sekitar 170 menit. Kurikulum Prodi S1 AKT, S1 MNJ dan S1 PEKO telah menyajikan pemetaan terhadap penawaran matakuliah setiap semesternya. Pembagian matakuliah berdasarkan kelompok bidang studi dan juga berdasarkan matakuliah yang telah ditempuh di semester sebelumnya. Pengaturan matakuliah di tiap semesternya dibantu oleh tim administrasi jurusan dengan mempertimbangkan matakuliah yang memiliki prasyarat dan matakuliah bidang keilmuan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Penyajian matakuliah pada kurikulum telah dibagi sesuai dengan karakteristik matakuliah.

Penilaian beban kerja mahasiswa telah ditentukan pada sejumlah proporsi tertentu yang tertulis pada Rancangan Pembelajaran Semester (RPS). Penilaian beban kerja mahasiswa juga tertulis pada pedoman pendidikan UM dimana terdapat pengaturan mengenai jumlah kehadiran minimum yaitu 80% dari total kehadiran atau sekurang-kurangnya 65% dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Beban kerja mahasiswa dapat dinilai dari penilaian proses belajar. Hasil dari pembelajaran pada semester sebelumnya digunakan sebagai dasar seberapa banyak mahasiswa dapat mengambil jumlah mata kuliah dan sks pada semester berikutnya. Pada awal studi (Semester 1 dan 2) semua mahasiswa diberikan beban studi yang sama maksimal 20 sks, dengan waktu 170 menit per sks, sedangkan pada semester-semester selanjutnya mahasiswa dapat menyusun rencana kegiatan pendidikannya sesuai dengan capaian prestasi akademik semester sebelumnya. IPK < 2, 00 SKS maksimum yang dapat diambil adalah 16 sks; IPK 2, 00-2, 99 dapat mengambil 20 SKS; dan IPK > 3, 00 dapat mengambil sks maksimum yaitu 24 sks. Terdapat peran Dosen Pendamping Akademik untuk mengetahui jumlah sks yang diambil oleh mahasiswa melalui penyetujuan KRS pada awal semester. Dosen PA memberikan arahan kepada mahasiswa mengenai jumlah sks yang dapat ditempuh pada semester selanjutnya berdasarkan jumlah IP semester sebelumnya. Dengan sistem seperti ini maka transparansi antara dosen PA dan mahasiswa dapat terwujud dan dosen PA mampu memantau perkembangan mahasiswa agar dapat menjalankan perkuliahan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan lulus tepat waktu.

Penanganan terhadap permohonan dan keluhan mahasiswa juga dapat disampaikan kepada dosen Penasehat Akademik (dosen PA). Sesuai kewajiban dosen PA dalam memberikan pembimbingan kepada mahasiswa dan memberi solusi dalam permasalahan mahasiswa terkait bidang akademik dan non-akademik. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menangani keluhan yang disampaikan oleh mahasiswa. Bagi mahasiswa yang mempertanyakan nilai yang diberikan oleh dosen, prodi telah memberikan masa waktu sanggah nilai dan prosedur untuk mendapatkan penanganan. Sesuai dengan kebijakan universitas mengenai sanggah nilai, mahasiswa yang ingin mengajukan sanggah nilai diminta untuk menghubungi dosen pengampu mata kuliah tersebut dengan menampilkan sejumlah bukti pendukung misal tugas yang telah dinilai,dll. Kemudian jika disetujui oleh dosen, maka dosen akan mengubah nilai pada siakad sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Universitas.

Mahasiswa juga dapat menyampaikan keluhan terkait pengajaran yang dilakukan oleh dosen melalui kotak saran pada masing-masing jurusan dan penilaian yang terdapat pada Evaluasi PBM setelah perkuliahan selesai dengan menggunakan SIAKAD masing-masing mahasiswa. Keluhan yang diajukan melalui kotak saran akan ditampung oleh tim administrasi jurusan untuk kemudian disampaikan kepada GPM. Selanjutnya, GPM akan melakukan analisis mengenai keluhan mahasiswa dan kemudian melimpahkan permasalahan yang sekiranya urgen untuk diselesaikan oleh Ketua Jurusan dengan cara memanggil dosen yang bersangkutan. Penyelesaian keluhan mahasiswa dilakukan dengan jalan musyawarah untuk mencari jalan keluar terbaik. Sedangkan prosedur permohonan dan keluhan mahasiswa terkait dengan kegiatan organisasi akan ditangani langsung oleh Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan dan dosen Pembina masing-masing organisasi. Mahasiswa yang tergabung pada ormawa dapat menyampaikan keluhannya melalui dosen pembinanya, jika keluhan yang disampaikan dapat diatasi oleh dosen pembina maka tidak perlu penanganan Wakil Dekan 3. Namun, jika permasalahan ormawa cukup sulit untuk diselesaikan antar mahasiswa dengan pembinanya, barulah Wakil Dekan 3 membantu mengatasi keluhan mahasiswa.

Pertimbangan pemilihan jenis ujian ditentukan berdasarkan pertimbangan pedoman akademik UM dengan ragam jenis ujian seperti Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, dan Ujian Skripsi. Pemilihan jenis ujian diselenggarakan berdasarkan kurikulum dan CPL masing-masing Prodi Di FE UM. Setiap mahasiswa dapat mengetahui nilai atas kompetensi yang mereka peroleh dari penilaian hasil belajar disetiap semester pada Kartu Hasil Studi (KHS). Setiap dosen yang tergabung dalam Kelompok bidang keahlian (KBK) bertugas menyusun RPS, SAP, dan Materi perkuliahan serta system penilaian yang terdapat pada KBK yang diampu. Pelaksanaan Ujian dapat dilakukan dengan cara paper based Test dan Computer Based Test seperti menggunakan program excel, Quizizz, Kahoot, Google Form, dan lain sebagainya. Penilaian perkuliahan lebih detail terdapat pada Pedoman Akademik Pasal 60 mengenai Penilaian Perkuliahan. Penilaian yang dilakukan oleh Dosen biasanya mencakup kehadiran mahasiswa (partisipasi di dalam kelas dan kualitas gagasan terkait diskusi, pertanyaan dan saran), tugas (individu dan kelompok), kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester. Mahasiswa harus lebih memperhatikan regulasi pada ujian akhir semester karena proporsi nilai paling besar. Selain itu, partisipasi aktif mahasiswa selama diskusi kelas juga sangat dihargai dan dipertimbangkan dengan baik. Penilaian perkuliahan bertujuan untuk mengukur penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi yang ditetapkan pada matakuliah yang bersangkutan. Penilaian perkuliahan dapat dilaksanakan melalui ujian dan non ujian. Selain itu, partisipasi aktif mahasiswa selama diskusi kelas juga sangat dihargai dan dipertimbangkan dengan baik. Ketentuan penilaian terhadap mahasiswa terdiri dari nilai angka dan nilai huruf. Kriteria nilai A>=85; A->=80; B+>=75; B>=70; B- >=65; C+>=60; C>=55; C->=50; D>=40; E <=39.


Penilaian pada mata kuliah oleh dosen berdasarkan pada jenis mata kuliah dan kompetensi masing-masing mata kuliah yang ingin dicapai. Hal tersebut tertuang dalam kurikulum Fakultas Ekonomi, yang tertuang dalam Katalog FE-UM. Penilaian perkuliahan bertujuan untuk mengukur penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi yang ditetapkan pada mata  kuliah tersebut. Penilaian perkuliahan dapat dilaksanakan melalui tes dan non tes. Penilaian melalui non-tes dapat berbentuk pelaksanaan tugas, portofolio,proyek, produk, dan/atau bentuk lain sesuai dengan karakteristik mata kuliah yang ditempuh. Ketentuan tentang bentuk dan teknik penilaian ditetapkan oleh dosen pengampu mata kuliah, dengan berpedoman pada kurikulum, katalog, dan RPS. Penilaian perkuliahan sebagaimana disebutkan diatas diberi skor dan bobot untuk masing-masing komponen, baik proses perkuliahan maupun hasil perkuliahan dan diunggah secara online oleh dosen pengampu melalui sistem SIAKAD.

Contoh pelaksanaan penilaian di Fakultas Ekonomi pada mata kuliah microteaching menggunakan penilaian non tes, dimana evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan ujian praktik mengajar. Sehingga diharapkan dengan evaluasi tersebut tujuan mata kuliah dapat tercapai, yaitu mahasiswa mampu untuk menguasai dan mengaplikasikan dasar-dasar mengajar. Kemudian pada mata kuliah Pengembangan Bahan & Media Pembelajaran Ekonomi, proses penilaian digunakan dengan cara pemberian ujian teori pada saat UTS dan menggunakan Project Based Learning untuk evaluasi tahap akhir semesternya. Sedangkan untuk mata kuliah seperti Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Perekonomian Indonesia, dan Profisiensi Bahasa Inggris menggunakan penilaian tes pada saat UTS dan UAS.

Pada awal pertemuan semester, dosen akan menyampaikan dan menjelaskan RPS, yang didalamnya berisi deskripsi mata kuliah, tujuan, kompetensi yang akan dicapai, jadwal perkuliahan termasuk materinya, serta bagaimana evaluasi mata kuliah tersebut akan dilakukan. Sedangkan ketentuan teknis pelaksanaan ujian perkuliahan diatur oleh Fakultas dengan berpedoman pada kalender akademik UM. Hal tersebut terkait penjadwalan pekan UTS dan pekan UAS.

Penjaminan Mutu untuk memastikan perolehan kompetensi

Implementasi penjaminan mutu dilaksanakan secara berjenjang di tingkat universitas, fakultas, dan jurusan. Di tingkat universitas dilaksanakan oleh Satuan Penjaminan Mutu (SPM), di tingkat Fakultas oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM), dan di tingkat Jurusan/Prodi dilaksanakan Gugus Penjaminan Mutu (GPM). Gugus Penjaminan Mutu pada masing-masing Program Studi  telah terbentuk dengan  Surat Keputusan Dekan Fakultas Ekonomi UM Nomor: 2378/KEP/H32.24/KP/2009 beserta struktur kelembagaannya, yang diperbaharui dengan  Surat Keputusan Dekan FE UM Nomor 531 tahun 2013. Sesuai dengan fungsinya, Gugus Penjaminan Mutu melaksanakan fungsi penjaminan terhadap penyelenggaraan bidang akademik, bertugas melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pembelajaran (Pedoman Pendidikan UM, edisi 2016/2017 pasal 12 ayat 4).  

Selain itu, dalam rangka standarisasi format Rencana Perkuliahan Semester, telah dilakukan Workshop Pengembangan Silabus dan Rencana Perkuliahan Semester (RPS) pada tingkat jurusan baik S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Pendidikan Ekonomi yang melibatkan seluruh dosen di FE dengan output kegiatan adalah menghasilkan RPS semua mata kuliah. Salah satu peran KBK disini adalah menyusun Silabus dan RPS mata kuliah sesuai kelompok bidang keilmuannya. Guna menjamin konsistensi penyampaian RPS kepada mahasiswa, maka dilakukan monitoring pada awal semester (termasuk di dalamnya monitoring kehadiran). Selain GPM, KBK (Kelompok Bidang Keahlian) mempunyai peran penting dalam penjaminan  mutu di Prodi S1 MNJ, S1 AKT, dan S1 PEKO.

Penjaminan Mutu yang dilaksanakan melalui Pusat TIK dalam bentuk Program Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) https://siakad.um.ac.id/dosen-v4/mhspa, berupa sajian mata kuliah, Kartu Rencana Studi (KRS), Daftar Hadir Kuliah (DHK), Daftar Nilai Akhir (DNA), biodata mahasiswa, registrasi, kepenasehatan, umpan balik pelaksanaan perkuliahan dan pelacakan alumni.

Pelaksanaan ujian yang tertera pada Pedoman Pendidikan telah tertulis pada pasal 16 dilaksanakan menjadi satu dalam rentang waktu 16 pertemuan yaitu pertemuan ke-8 untuk UTS dan pertemuan ke-16 untuk UAS. Pemilihan jenis soal ujian disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah yang disajikan, misalnya mata kuliah Pengantar Akuntansi, AKM, AKL menggunakan Uraian, mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen menggunakan studi kasus. Sedangkan mata kuliah Strategi Pembelajaran Ekonomi, Perencanaan Pembelajaran Ekonomi, Pengembangan Bahan & Media Pembelajaran Ekonomi, Evaluasi Proses & Hasil Belajar Ekonomi, Seminar Pendidikan Ekonomi, dan Penelitian Pendidikan, menggunakan penilaian tes atau teori untuk UTS dan Project based learning untuk UAS, dimana mahasiswa akan membuat output hasil pembelajaran selama satu semester. Untuk mata kuliah Microteaching menggunakan penilaian praktik, sehingga diharapkan mahasiswa memahami dan mampu mempraktikkan bagaimana mengajar di kelas dengan baik dan benar.  Sedangkan untuk mata kuliah Makro 1, Mikro 1, Perekonomian Indonesia, dan Profisiensi Bahasa Inggris menggunakan penilaian tes pada UTS dan UAS.

Jenis ujian dan jenis soal ujian telah tertulis pada RPS dan SAP masing-masing matakuliah. Selain Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir semester, terdapat ujian akhir yang ditempuh mahasiswa semester akhir. Pelaksanaan ujian akhir untuk mahasiswa tingkat akhir memiliki beberapa persyaratan yang telah ditentukan pada Pedoman Akademik pasal 70 mengenai penulisan ujian akhir. Seluruh jadwal ujian telah diumumkan setiap awal perkuliahan melalui kalender akademik yang dapat diunduh pada website Universitas Negeri Malang yaitu http://um.ac.id/.

Pelaksanaan ujian yang tertera pada Pedoman Pendidikan UM. Ujian bagi mahasiswa terdiri dari ujian mata kuliah, ujian praktikum, ujian kompre­hensif, ujian skripsi, dan ujian tugas akhir. Ujian mata kuliah adalah ujian yang menilai hasil belajar mata kuliah dalam semester yang bersangkutan. Pemilihan jenis soal ujian disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah yang disajikan. Jenis ujian dan jenis soal ujian telah tertulis pada RPS dan SAP masing-masing matakuliah. Pelaks anaan ujian mata kuliah paling sedikit dilaksanakan 2 (dua) kali, yaitu ujian tengah semester (UTS) dilaksanakan pada minggu ke-8 dan ujian akhir semester (UAS) dilaksanakan pada minggu ke -16. Teknis pelaksanaannya diatur oleh fakultas dengan berpedo­man pada kalender akademik Universitas Negeri Malang. Pelaksanaan ujian akhir untuk mahasiswa tingkat akhir memiliki beberapa persyaratan yang telah ditentukan pada Pedoman Akademik pasal 70 mengenai penulisan ujian akhir. Ujian skripsi atau tugas akhir merupakan ujian komprehensif untuk menilai penguasaan akademik mahasiswa tentang isi skripsi/tugas akhir yang ditulis­nya serta kemampuan mempertahankan pandangan serta argumentasinya dari sanggahan-sanggahan anggota tim penguji. Ujian ini diselenggarakan secara khusus oleh tim penguji yang ditetapkan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan. Tata Cara pelaksanaan ujian skripsi di­bahas dalam pedoman yang khusus disediakan untuk kepentingan tersebut. Seluruh jadwal ujian telah diumumkan setiap awal perkuliahan melalui kalender akademik yang dapat diunduh pada website Universitas Negeri Malang yaitu http://um.ac.id/.

Jadwal penilaian di setiap mata kuliah tercantum dalam RPS dan Satuan Acara Perkuliahan, mulai dari pertemuan 1 s.d 16. Dimana materi masing-masing pertemuan tergantung pada jenis mata kuliah. Untuk mata kuliah dalam Prodi Pendidikan Ekonomi, penilaian ditujukan untuk mengukur aspek kognitif dan keterampilan. Dimana merujuk pada Learning Outcome yang ingin dicapai yaitu menghasilkan calon Pendidik Ekonomi yang profesional dan berkualitas dalam pengkajian dan pengembangan di bidang pembelajaran ekonomi. Misalnya mata kuliah Evaluasi Proses dan Pembelajaran Ekonomi bertujuan untuk menciptakan Mahasiswa yang mampu mengembangkan alat evaluasi proses dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Serta mata kuliah Strategi Pembelajaran Ekonomi dan Pengembangan Bahan & Media Pembelajaran Ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran dan mengembangkan media pembelajaran ekonomi. Sehingga metode penilaian dalam mata kuliah tersebut terdiri dari tes dan non tes. Penilaian tes dilakukan dengan ujian teori, sedangkan non tes dilakukan dengan penugasan berdasarkan Project Based Learning berupa portofolio. Akumulasi penilaian pada mahasiswa sendiri terdiri dari penilaian individu dan kelompok didasarkan pada mata kuliah masing-masing. Penilaian individu berdasarkan pada nilai tugas, UTS, dan UAS. Sedangkan penilaian kelompok berdasarkan pada penilaian hasil kerja kelompok dengan berpedoman pada rubrik penilaian. Misalnya dalam menilai hasil kerja kelompok, pada mata kuliah perekonomian Indonesia dalam hal ini dalam penyusunan makalah kelompok, aspek yang dinilai antara lain, kesesuaian format makalah dengan PPKI-UM, isi dan kelengkapan makalah sesuai dengan materi yang ditugaskan, penampilan dalam presentasi kelompok, dan kemampuan menanggapi pertanyaan dalam diskusi kelas.

Untuk Pedoman akademik UM, komponen nilai akhir minimal terdiri dari ujian tengah semester dan ujian akhir semester, serta tugas. Penilaian hasil belajar siswa diunggah atau diumumkan sesuai dengan kalender akademik UM. Penilaian hasil belajar biasanya dilakukan dalam waktu satu atau dua minggu setelah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Penilaian terdiri dari informasi tentang (1) jenis penilaian individu atau kelompok, (2) bobot penilaian, (3) rubrik, (4) tenggat waktu, dan (5) informasi lain yang diperlukan. Dosen memiliki bobot penilaian semua penilaian yang tersedia  SIAKAD UM.

Program mengikuti sistem penilaian UM, informasi tentang sistem penilaian tersedia di Buku Panduan. Nilai akhir merupakan akumulasi dari seluruh komponen yang ditetapkan oleh dosen. Dosen dapat mengumumkan kepada siswa semua komponen kelas. Dari segi sistem, dosen dapat memilih untuk mempublikasikan semua komponen nilai pada SIAKAD. Siswa tahun pertama diperkenalkan dengan SIAKAD selama minggu orientasi. Buku Manual tersedia online untuk siswa dan staf akademik.Selain itu, agar user-friendly, UM telah menyiapkan menu tanya jawab yang dikelolah oleh helpdesk FE-UM.

Pada tahun 2010, UM memperkenalkan evaluasi tingkat universitas oleh mahasiswa yang disebut dengan Evaluasi Penilaian Hasil Belajar untuk Dosen. Sejak tahun 2006, melalui Direktorat Sistem Teknologi Informasi, UM melakukan pemenuhan kepuasan mahasiswa terhadap tenaga pengajar dan isi mata kuliah. Sementara tenaga pengajar hanya memiliki akses ke mata kuliah yang mereka ajarkan, Unit Penjaminan Mutu UM memiliki akses ke seluruh hasil. Sesuai peraturan UM, semua nilai akan otomatis diterbitkan oleh sistem kira-kira satu bulan setelah hari terakhir ujian akhir. Semua mahasiswa diwajibkan untuk mengisi Evaluasi Penilaian Hasil Belajar untuk tenaga pengajar hingga akhir semester. Siswa yang telah mengisi Evaluasi Penilaian Hasil Belajar untuk tenaga pengajar/ dosen akan dapat mengambil nilai akhir mereka sebelum tanggal publikasi otomatis.
Pemeriksaan mutu program studi yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh Gugus Penjamin Mutu (GPM) di setiap Jurusan setiap awal perkuliahan, tengah semester, dan akhir semester. Sehingga, menghindari penurunan kualitas pelayanan kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan Jurusan. Evaluasi perkuliahan selalu dilakukan berdasarkan jadwal yang telah diatur oleh Universitas Negeri Malang dan diunggah pada sistem akademik Universitas. Pemeriksaan akan hasil ujian dilakukan sebelum jadwal unggah nilai berakhir. 

SIPEJAR - Sistem Pengelolaan Pembelajaran

Layanan Pembelajaran dan Pelatihan di Universitas Negeri Malang

id_IDIndonesian
Open chat
Butuh bantuan??
Hallo ada yang bisa kami bantu